Atasi Defisit, Gas di Sejumlah Industri akan Disubsidi

Atasi Defisit, Gas di Sejumlah Industri akan Disubsidi

- detikFinance
Sabtu, 29 Okt 2011 16:58 WIB
Atasi Defisit, Gas di Sejumlah Industri akan Disubsidi
Jakarta - Pemerintah akan memberikan subsidi terhadap gas yang diperlukan beberapa industri vital. Dengan cara ini, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bisa menjual gas dengan harga keekonomian, sementara industri masih bisa membeli di harga murah.

Menurut Menteri Perekonomian (Menko) Hatta Rajasa, pemerintah masih akan membahas kebijakan tersebut, terutama untuk para pelaku industri dalam negeri.

"Memang ada pemikiran untuk kita membahas masalah pricing policy kita, terutama untuk domestik. Tapi menurut pandangan saya, tetap saja sejumlah industri tertentu harus mendapatkan perlindungan atau medapatkan subsisi," katanya di Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu (29/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, ada beberapa industri vital di dalam negeri yang sebaiknya menjadi sasaran subsidi tersebut, contohnya pupuk dan listrik. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan secara pasti industri mana saja yang akan disubsidi.

"Apakah itu pupuk atau lainnya, tapi bukannya tidak mungkin beberapa industri kita juga mau membeli pada harga keekonominannya asalkan gas tersebut tersedia. Jadi nanti kita pilah," ujarnya.

"Tapi saya setuju bahwa memang harus ada pemilahan pada harga (gas) domestik kita," imbuhnya.

Selama ini, terjadi defisit gas di dalam negeri. Bukan hanya karena kurangnya infrastruktur, tetapi lebih dari itu, minimnya suplai gas domestik akibat struktur pasar gas domestik yang tidak sehat.

Harga pembelian gas di mulut sumur oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) terlalu murah, sehingga produsen cenderung menjual gasnya ke luar negeri.

(ang/nrs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads