Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal mengatakan, industri otomotif Indonesia memang sangat bergantung kepada Thailand.
"Impor kita dari Thailand bukan hanya beras tetapi juga otomotif dalam bentuk (kendaraan) built up lalu juga ada komponen," jelas Djamal dalam konferensi pers BPS di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan impor kita dari Thailand di Oktober nanti bisa turun. Saya baca beberapa sektor otomotif produksinya terganggu karena komponennya sebagian dari sana," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan mengatakan Toyota hampir pasti akan mengalami penurunan tajam angka penjualan pada bulan November mendatang seiring tutupnya pabrik yang ada di Thailand akibat banjit.
Tipe-tipe mobil yang diproduksi di Thailand adalah Camry, Vios, Hilux, Corolla dan Yaris. Dengan banjir tadi maka praktis kegiatan produksi dihentikan. Toyota menghentikan produksi di pabrik mereka di Thailand hingga tanggal 29 Oktober. Padahal di Thailand sekitar 100 komponen penting mobil Toyota di pasar global diproduksi di sana.
Selain itu, pabrik di Thailand pun juga memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan bagi pabrik Toyota yang ada di Indonesia.
PT Honda Prospect Motor (HPM) juga terpaksa menghentikan impor mobil (CBU) akibat banjir yang menerjang pabrik Honda Automobile (Thailand) Co., Ltd di Ayutthaya, Thailand.
HPM mengalami kekurangan pasokan kompenen dari Honda Thailand sejak banjir melanda Negeri Gajah Putih tersebut. HPM selama ini memasok seluruh produk sedan (City, Civic, Accord) melalui impor secara utuh Completely Built Up (CBU) dari Thailand.
(dru/dnl)











































