Produksi Mobil Daihatsu Tak Kena Dampak Banjir Thailand

Produksi Mobil Daihatsu Tak Kena Dampak Banjir Thailand

- detikFinance
Rabu, 02 Nov 2011 11:38 WIB
Produksi Mobil Daihatsu Tak Kena Dampak Banjir Thailand
Jakarta - Produksi mobil Daihatsu milik PT Astra Internasional Tbk tak terganggu dampak banjir Thailand. Meskipun beberapa komponen perakitan masih diambil dari Negeri Gajah Putih tersebut. Daihatsu masih menyediakan persediaan komponen yang cukup selama 2-3 bulan ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Chief Operating Officer PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (DSO) Toto Suryana yang mengatakan hingga kini tidak ada kekurangan suku cadang, khususnya yang berasal dari Thailand.

"Dari laporan yang kami terima dari ADM (PT Astra Daihatsu Motor) nggak masalah untuk suku cadang. Dalam pabrik pasti ada sistem bufferstock 2-3 bulan," jelas Toto saat berbincang dengan detikFinance, di Jakarta, Rabu (2/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, selama periode Juli-September penjualan mobil Daihatsu masih terjaga di level 12.000-12.500 unit per bulan. Level penjualan ini akan dijaga hingga akhir tahun. Khusus mobil jenis Xenia, Toto memastikan tidak ada kendala produksi.

Namun yang agak mengkhawatirkan adalah mobil jenis pick-up model Gran Max. Pasalnya komponen yang tersedia pas-pasan. "Sejauh ini yang agak pas-pasan pick up grand max. Xenia dan lain-lain oke," tegasnya.

"Kalau ada yang seperti itu (indent terlalu lama) karena unitnya kan beragam. Juga warnanya," imbuh Toto.

Sebelumnya, Direktur PT Astra Internasional Tbk Johnny Darmawan mengkhawatirkan turunnya penjualan mobil merek Toyota di November 2011. Khususnya pada jenis completely built-up (CBU) yang banyak dipasok dari Thailand.

Tipe mobil Toyota Camry, Vios, Hilux, Corolla dan Yaris nampaknya akan mengalami kendala produksi dan penjualan di Indonesia. Karena pabrik perseroan di Thailand masih tergenang banjir hingga praktis kegiatan produksi dihentikan. Penghentian mulai dilakukan sejak 29 Oktober lalu.

Selain itu, pabrik di Thailand pun juga memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan bagi pabrik Toyota yang ada di Indonesia. "November menurut aku parah. Berapa besarnya kita belum bisa hitung," ucap Johnny pekan lalu.

(wep/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads