"Pabrik yang di Thailand punya beberapa pabrik. Dan mereka memindahkan ke pabrik yang tidak banjir," kata Direktur Astra Otoparts Robby Sani dalam perbincangan dengan detikFinance, di Jakarta, Rabu (2/11/2011).
Robby menambahkan, suku cadang yang diimpor dari negara gajah putih ini terbilang minim. Sebagian komponen merupakan produksi dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan impor komponen asal Thailand terganggu akibat banjir yang masih belum juga surut. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal mengatakan, industri otomotif Indonesia memang sangat bergantung kepada Thailand.
"Impor kita dari Thailand bukan hanya beras tetapi juga otomotif dalam bentuk (kendaraan) built up lalu juga ada komponen," katanya kemarin.
Tentunya atas fakta tersebut, diperkirakan terjadi penurunan impor dari Thailand mulai November ini. Namun besaran penurunan impor baru terlihat pada data Oktober nanti. "Kemungkinan impor kita dari Thailand di Oktober nanti bisa turun. Saya baca beberapa sektor otomotif produksinya terganggu karena komponennya sebagian dari sana," ucap Djamal.
(wep/hen)










































