Produksi Baja Kratakau Steel Terpangkas Krisis Eropa

Produksi Baja Kratakau Steel Terpangkas Krisis Eropa

- detikFinance
Senin, 07 Nov 2011 13:35 WIB
Produksi Baja Kratakau Steel Terpangkas Krisis Eropa
Jakarta - PT Krakatau Steel (KS) Tbk memperkirakan hanya dapat memproduksi baja 2 juta ton di 2011 atau meleset dari target perseroan 2,3 juta ton. Penyebab utamanya karena krisis Eropa yang mempengaruhi permintaan baja internasional.

"Tahun ini 2 juta-an ton. Targetnya 2,3 juta ton," kata Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan K Hakim di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (7/11/2011).

Turunnya permintaan baja dunia akibat Krisis Eropa ikut memukul perseroan, sehingga produksi baja KS pun terpaksa diturunkan. Pada periode Mei hingga Desember tahun ini, permintaan baja dunia sudah menurun menyebabkan harga di pasar jatuh ke titik terendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua faktor diatas membawa harga baja nasional berada di level US$ 700-710 cfr per ton. Namun Irvan enggan menyebut berapa total penjualan baja perseroan hingga triwulan III-2011, karena masih menunggu laporan perseroan diterima Bapepam-LK.

"Saya nggak pegang datanya. Nanti saat di Bapepam-LK, sudah terima saya bicara lagi," ucapnya.

Namun ia percaya permintaan baja kembali naik di awal 2012. Khususnya periode Januari-April 2012, akan ada peningkatan harga yang signifikan. "Kalau tahun depan Januari-April bisa naik lagi US$ 50-60 dollar (per ton)," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar menyampaikan persetujuan pinjaman dalam rangka pembangunan pabrik baja bertanur tinggi (blast furnace) akan dilakukan November ini. Pinjaman US$ 450 juta akan segera diterima perseroan dari beberapa bank dalam pembangunan EPC (Engineering Procurement Contract).

"Kami harapkan approval untuk pinjaman tersebut di bulan November ini," ujarnya.

Perseroan telah menyerahkan request for proposal (RFP) kepada beberapa bank lokal dan asing terkait pinjaman tersebut. Besar harapan KRAS, pihak China untuk segera menyetujui proposal tersebut. Pabrik Blast Furnace rencananya memiliki kapasitas 1,2 juta ton, dengan rencana pembangunan selesai di triwulan I-2014.

Pabrik yang akan dibangun ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya termasuk sintering plant, coke oven plant, iron ore material handling system, hot metal handling, dan lain-lain.

Pabrik baru berlokasi di Cilegon. Pabrik ini akan melengkapi unit pengolahan besi yang sudah ada yaitu direct reduction, yang selama ini berbahan bakar gas. Nilai investasi pabrik ini diperkirakan mencapai Rp 5,92 triliun.

"Ground breaking nya masih belum kami tentukan. Nantilah, bukan tahun ini kok," imbuh Sukandar.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads