Hal ini disampaikan oleh Dirjen Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di sela-sela acara pameran P3DN di Jakarta, Jumat (11/11/2011)
"Mereka mau memperluas tahap dua, tahap satunya sudah di Emirat Arab, tahap dua ini ia merencanakan kapasitas 300.000 ton aluminum ingot ton per tahun untuk alumunium ingot, dia menjajaki dengan Indonesia untuk mengolah bauksit menjadi alumina," kata Panggah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi lebih baik mengolah bauksit di kalimantan, nanti si Mubadala membangun pabrik pengolahan alumina masih di Kalimantan Barat. Nanti 700.000 itu diolah bisa dari Antam ini masih penjajakan. Untuk nilai investasi smelter ya nyampe sampai US$ 500 juta" katanya.
Menurut Panggah pada akhir November 2011, pihak Mubadala akan ke Indonesia untuk mendalami rencana mereka. Mereka juga berpotensi menjajaki kerjasama soal hasil produksi dengan Inalum.
"Pembanguan smelter itu intinya energi murah tidak semua tempat seperti itu, seperti Asahan apakah bisa ditingkatkan, belum tahu. Kalau memang nggak ada mereka bangun pabrik sendiri. Hasilnya ada 350.000 alumunim ingot, yang akan dibagi dua, separuh lagi ke Mubadala separuh lagi dujual ke Inalum," katanya
(hen/dnl)











































