Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan pemimpin negara-negara Asia Pasifik yang tergabung dalam APEC di Honolulu, Hawaii, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/11/2011).
"Mengambil langkah-langkah konkret akan membantu bisnis kami dan masyarakat mengakses teknologi lingkungan yang penting pada biaya yang lebih rendah, yang selanjutnya akan memfasilitasi penggunaan mereka, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tujuan pembangunan berkesinambungan APEC," jelas APEC dalam pernyatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut juga mengatur sebuah aspirasi tujuan untuk mengurangi intensitas energi di APEC --jumlah energi yang digunakan dibandingkan dengan perekonomian -- hingga 45% pada tahun 2013.
AS membuat perdagangan barang-barang 'hijau' seperti solar dan energi angin sebagai prioritas selama kepemimpinan di forum APEC, untuk mencari jalan mendorong pertumbuhan tenaga kerja dan aksi lingkungan.
Namun pejabat senior China pada pekan lalu mengatakan, tujuan yang dibuat oleh AS 'terlalu ambisius dan diluar jangkauan negara-negara berkembang. Langkah untuk penyelamatan lingkungan memang lambat di sejumlah negara, bahkan emisi karbon dioksida di China terus meningkat dan proposal untuk melawan perubahan iklim sudah berakhir di Kongres AS.
(qom/qom)











































