"Kalau berani menolak (TPP), kenapa nggak berani dengan China untuk renegosiasi CAFTA," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Riset & Teknologi Bambang Sujagad kepada detikFinance, Selasa (15/11/2011)
Bambang berharap penolakan terhadap ajakan AS itu bukan hanya pencitraan semata namun sungguh-sunggug menjaga kepentingan dalam negeri. Menurutnya saat ini masalah yang sudah dirasakan adalah dampak terburuk perdagangan bebas ASEAN dengan China (CAFTA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap dengan masuknya Gita Wirjawan sebagai menteri perdagangan, keinginan Kadin agar ada renegosiasi CAFTA bisa terwujud. Menurutnya hal ini sangat logis terkait alasan pemerintah menolak TPP yang disodorkan AS.
"Saya kira mau menolak (TPP) itu hal yang baik, tapi kalau tujuannya mau membela pasar dalam negeri tolong dong renegosiasi CAFTA," seru Bambang.
Mengenai tawaran TPP, menurutnya posisi Indonesia memiliki potensi yang menguntungkan karena bisa mendorong ekspor alas kaki, tekstil ke pasar AS khususnya dan negara Asia Pasifik lainnya. Sementara penetrasi produk AS ke Indonesia relatif belum banyak.
"Kalau tak mau terima AS dan terima China ya sama saja. Mungkin kalau AS barang mereka yang bisa masuk apa?, kalau kita justru mungkin lebih besar," katanya.
Pada KTT APEC 2011, Presiden AS Barack Obama, mempromosikan kerjasama baru bernama Trans Pacific Partnership (TPP). Beberapa anggota ASEAN sudah akan bergabung dalam kerjasama perdagangan bebas baru itu, tapi tidak dengan Indonesia.
"Saya tidak mau langsung ikut-ikutan. Bicarakan dulu baik-baik, apa itu TPP? Apa konsekuensi dan keuntungannya bagi rakyat kita," ujar Presiden SBY dalam sesi keterangan pers mengenai hasil KTT APEC 2011. Keterangan dia sampaikan di Hotel Trump Waikiki, Honolulu, Hawai, AS, Minggu (14/11/2011).
Presiden SBY menegaskan, dirinya bukan mencurigai isu perdagangan bebas baru yang digagas AS-Australia itu. Namun jauh lebih penting perdagangan bebas yang adil dan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Saat ini sudah ada empat negara ASEAN yang masuk ke TPP yaitu Brunei, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Sejumlah negara Asia yang sudah siap bergabung dalam TPP adalah Jepang, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan dari Pasifik ada Kanada, AS, Meksiko, New Zealand, dan Australia.
(hen/dnl)











































