Demikian data laporan survei pelabuhan muat terkait realisasi pemasukan barang importir terdaftar (IT) yang dirilis oleh Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) yang dikutip detikFinance, Rabu (16/11/2011).
Namun secara bulanan realisasi impor mainan anak-anak selama periode September-Oktober 2011 masih relatif tak signifikan. Masing-masing realisasi impor mencapai US$ 5,12 juta dan US$ 5,02 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal 2011 realisasi impor produk ini terjadi fluktuasi, misalnya Januari 2011 realisasi impor mainan mencapai US$ 6,65 juta, Februari 2011 US$ 4,9 juta, Maret mengalami kenaikan US$ 5,2 juta, April sempat mengalami kenaikan US$ 6,4 juta kemudian selama dua bulan berturut-turut Mei-Juni mengalami lonjakan signifikan masing-masing US$ 7,71 juta dan US$ 7,34 juta.
Sementara itu Kementerian perdagangan (kemendag) juga telah mencabut izin 1.731 importir terdaftar (IT) hingga periode 31 Oktober 2011. Jumlah ini memang relatif tak berubah selama beberapa bulan terakhir. Mereka umumnya melakukan pelanggaran ketentuan yang berlaku.
Para IT tersebut dicabut izinnya karena tidak menyampaikan laporan realisasi impor mereka. Selain itu mereka juga tidak melakukan impor produk tertentu dalam jangka waktu 6 bulan selama berturut-turut. Dari jumlah itu sebanyak 215 IT mainan anak-anak.
(hen/dnl)











































