RI Khawatir 'TPP' Bikin Tumpang Tindih Perdagangan Bebas

RI Khawatir 'TPP' Bikin Tumpang Tindih Perdagangan Bebas

- detikFinance
Kamis, 17 Nov 2011 16:18 WIB
RI Khawatir TPP Bikin Tumpang Tindih Perdagangan Bebas
Jakarta - Penolakan Indonesia terhadap ajakan Presiden AS Barack Obama agar Indonesia bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP) bukan tanpa alasan kuat.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan perdagangan bebas yang digagas Obama itu akan tumpang tindih (overlapping) dengan perjanjian perdagangan lainnya yang sudah ada khususnya di ASEAN. Apalagi negara lain di ASEAN malah menunjukan keinginannya untuk bergabung di TPP.

"Konsep yang ditawarkan US diikuti beberapa negara ASEAN antara lain Singapura. Jepang, Korea sehingga bisa overlapping," kata Hidayat kepada detikFinance, Kamis (17/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat menuturkan konsep TPP yang memang belum jelas juga menjadi alasan Indonesia tak mau bergabung. Pemerintah, lanjut Hidayat, lebih fokus melakukan pembenahan ekonomi terlebih dahulu termasuk soal daya saing.

"Trans Pacific kita belum dapat menerimanya, karena Indonesia harus memperkuat ekonomi nasional lebih dahulu dan belum merasakan manfaatnya," tegas Hidayat.

Pada KTT APEC 2011, Presiden AS Barack Obama, mempromosikan kerjasama baru bernama Trans Pacific Partnership (TPP). Beberapa anggota ASEAN sudah akan bergabung dalam kerjasama perdagangan bebas baru itu, tapi tidak dengan Indonesia.

"Saya tidak mau langsung ikut-ikutan. Bicarakan dulu baik-baik, apa itu TPP? Apa konsekuensi dan keuntungannya bagi rakyat kita," ujar Presiden SBY dalam sesi keterangan pers mengenai hasil KTT APEC 2011. Keterangan dia sampaikan di Hotel Trump Waikiki, Honolulu, Hawai, AS.

Presiden SBY menegaskan, dirinya bukan mencurigai isu perdagangan bebas baru yang digagas AS-Australia itu. Namun jauh lebih penting perdagangan bebas yang adil dan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Saat ini sudah ada empat negara ASEAN yang masuk ke TPP yaitu Brunei, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Sejumlah negara Asia yang sudah siap bergabung dalam TPP adalah Jepang, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan dari Pasifik ada Kanada, AS, Meksiko, New Zealand, dan Australia.


(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads