Industri Percetakan Dunia Tak Terpengaruh Krisis Global

Industri Percetakan Dunia Tak Terpengaruh Krisis Global

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2011 11:30 WIB
Industri Percetakan Dunia Tak Terpengaruh Krisis Global
Jakarta - Pelaku industri percetakan dunia masih optimistis tetap tumbuh meskipun krisis perekonomian global yang melanda berbagai negara di dunia. Industri percetakan dunia tetap akan tumbuh meskipun tidak besar.

Demikian diungkapkan oleh Managing Director Asosiasi Percetakan dan Kertas Jerman VDMA Markus Heering dalam penjelasannya di sela Konferensi Pers Pameran Industri Percetakan 2012 di Hotel Gran Hyatt, Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/11/2011).

"Industri percetakan dunia akan tumbuh meskipun tidak besar. Isu krisis ekonomi dan isu digitalisasi menjadi kendala industri percetakan dapat dilalui dengan baik," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jerman, para produsen mesin percetakan merespons perubahan pasar dengan mengembangkan produk baru dan karenanya berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dunia. Bahkan, sambung Heering saat krisis 2009 kemarin, produsen mesin offset Jerman menguasai 57% pasar global.

"Industri percetakan kedepannya akan dipengaruhi oleh pengemasan, percetakan elektronik (RFID) dan percetakan digital dengan personalisasi. Khususnya percetakan pengemasan yang akan semakin diperhitungkan di masa mendatang," paparnya.

Sementara itu, industri percetakan di negara-negara Asia, akan terus tumbuh dinamis. China menjadi negara yang memperlihatkan pertumbuhan pesat.

Besar industri percetakan Asia meningkat dari 133 miliar Euro menjadi 168 miliar Euro. China tercatat mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi 49 miliar euro.

"Lembaga riset memperkirakan volume percetakan di China akan meningkat menjadi 70 miliar Euro di tahun 2014," tuturnya.

"Begitupula di Indonesia, yang diyakini akan terus tumbuh. Diperkirakan pertumbuhan percetakan Indonesia mencapai 4,7%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan dunia yang hanya 1,6% di tahun ini," tutup Heering.

Dalam kesempatan itu, disampaikan adanya penyelenggaraan pameran terbesar di dunia untuk industri percetakan kembali digelar untuk ke 14 kalinya di Dusseldorf Jerman. Acara tersebut akan berlangsung 3-16 Mei 2012.

Pameran 4 tahunan ini akan menghadirkan mesin-mesin dan teknologi percetakan lainnya. "Drupa menjadi event penting. Penting bagi pelaku industri percetakan Indonesia juga untuk menghadirinya," tutur Penyelenggara Drupa Werner M Dornscheidt.

Produk-produk yang akan dipamerkan antara lain, produk prepress dan premedia baik software maupun hardware, mesin dan peralatan percetakan, postpress dan paper converting, kertas dan substrat, tinta, suku cadang dan infrastruktur serta jasa dan perangkat lunak percetakan.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads