Penjualan Elektronika RI Tumbuh 20% Meski Ada Banjir Thailand

Penjualan Elektronika RI Tumbuh 20% Meski Ada Banjir Thailand

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2011 15:20 WIB
Penjualan Elektronika RI Tumbuh 20% Meski Ada Banjir Thailand
Jakarta - Penjualan elektronika dalam negeri diyakini masih akan mengalami pertumbuhan 20% dibandingkan tahun 2010. Meskipun dibayang-bayangi penurunan produksi karena dampak banjir besar Thailand.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Chanty Triharso mengatakan secara umum dampak banjir Thailand belum terasa pengaruhnya sampai saat ini. Meskipun ia mengakui ada beberapa informasi memang sebagian impor komponen elektronika yang dibuat di Indonesia berasal dari Thailand.

"Kelihatannya permintaan tahun ini yang naik 20% dibanding tahun lalu akan tercapai," kata Triharso kepada detikFinance, Jumat (18/11/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan permintaan produk elektronika tahun ini masih tumbuh pada segmen kebutuhan rumah tangga. Gaya hidup masyarakat Indonesia yang terus berkembang tetap mendongkak penjualan elektronika.

"Yang naik demand-nya terkait dengan lifestyle seperti TV flat, AC supaya adem dan betah di rumah, kulkas untuk simpan makanan biar awet karena sibuk dan mesin cuci," jelasnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Gabungan Elektronika (Gabel) Yeane Keet mengatakan banjir Thailand secara langsung mempengaruhi produksi elektronika di dalam negeri. Hal ini karena banyak anggota Gabel yang masih bergantung pada komponen yang masih di buat di Thailand.

"Dampak banjir pengaruh karena beberapa member Gabel component-nya dari Thailand. Dan mereka harus stop produksi," kata Yeane.

Tahun lalu penjualan elektronika di pasar domestik menembus Rp 23,4 triliun. Dengan target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 20% maka diperkirakan bisa menembus Rp 28 triliun, sedangkan penjualan elektronika di 2009 lalu tercatat Rp 20 triliun,

Sedangkan selama Januari-September 2011 penjualan elektronika mencakup disc player plus HTIB, audio, kulkas, AC, mesin cuci mencapai Rp 17,4 triliun. Sebagai gambaran penjualan pada bulan September masih didominasi oleh kulkas yang mencapai Rp 451,802 miliar, disusul AC sebesar Rp 279,386 miliar, mesin cuci Rp 230,442 miliar, audio Rp 16,797 miliar, disc player Rp 79,728 miliar dan lain-lain dengan total Rp 2,175 triliun.

Tingginya permintaan produk elektronika secara langsung mendorong pertumbuhan impor produk ini. Berdasarkan data laporan surveyor di pelabuhan muat untuk importir terdaftar bidang elektronika tercatat realisasi impor produk elekronika mencapai US$ 3,16 miliar setara Rp 26,5 triliun atau naik 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$ 2,82 miliar setara Rp 23,8 triliun.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads