Ide 'TPP' Obama Bukan Prioritas Indonesia

Ide 'TPP' Obama Bukan Prioritas Indonesia

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2011 16:25 WIB
Ide TPP Obama Bukan Prioritas Indonesia
Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan bahwa perdagangan bebas Asia Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) bukan prioritas Indonesia. Ide yang disampaikan oleh Presiden AS Barack Obama itu berpotensi mengancam kepentingan dalam negeri.

"Kita ambil langkah reserve untuk TPP, seperti yang dikatakan Pak Presiden (SBY)," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Bayu menyatakan Indonesia sebetulnya sangat terbuka dan bersemangat untuk membangun kerjasama dengan berbagai negara. Namun, hal tersebut perlu juga memerhatikan kepentingan dalam negeri. Pasalnya, dengan terbukanya Indonesia tersebut dapat menjadi pasar bagi negara lain untuk menjual produknya. Hal tersebut tentunya dapat menganggu industri domestik tanah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau negara asing pasti lah mereka bersemangat, tapi dengan partnership itu adalah Indonesia dipandang sebagai pasar yang besar, bukan hanya kita masuk ke pasar negara lain tapi bagaimana dengan produk merek lain masuk ke kita?" ujarnya.

Untuk itu, lanjut Bayu, segala bentuk kerjasama perlu dilakukan kajian untuk mengetahui akumulasi keuntungan dan dampaknya terhadap industri dalam negeri.

"Kita perlu memerhatikan kepentingan kita, kita perlu hati-hati dan mencermati apakah pada akhirnya kerjasama tersebut memberikan manfaat akumulatif pada kita," ujarnya.

Demi memperjuangkan kepentingan negara ini, Bayu menyatakan pemerintah perlu ikut dalam forum-forum internasional seperti APEC dan ASEAN sehingga usulan dari negara-negara yang berkuasa seperti usulan TPP dari Amerika Serikat ini tidak serta-merta dapat diterima.

"Perundingan internasional itu dampaknya tidak langsung tapi yang penting kita terlibat. Misalnya Amerika ada yang mendorong betul produk ramah lingkungan, mereka sah saja minta demikian, kalau kita nggak di sana, kita nggak bisa apa-apa, tapi kita ikut itu sehingga bisa mencegah kerugian. Kalau di Bali memang ada ruginya, untuk nyewa hotel, mobil, tapi di samping itu, kita punya kesempatan untuk membawakan kepentingan kita," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads