Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN Megananda Daryono mengatakan meski tahun ini produksi pabrik-pabrik gula milik BUMN turun. Ia optimistis tahun depan produksi gula bisa pulih kembali mencapai 1,9 juta ton.
"Harus, bahkan saya sudah katakan target 2014 sebesar 2,3 juta ton yang dihasilkan oleh BUMN perkebunan gula itu harus tetap terealisasi meskipun tahun ini di bawah. Harus tetap optimis nggak boleh diturunin itu," katanya usai rapat dengan Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (21/11/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbandingan tahun lalu lebih baik cuma dibandingkan target tahun ini produksi tahun ini di bawah," katanya.
Berdasarkan data produksi gula pabrik BUMN hingga November 2011 tercatat hanya 1,359 juta ton padahal RKAP 2011 dipatok 1,733 juta ton. Bandingkan dengan realisasi produksi gula BUMN 2010 yang masih berada diangka 1,381 juta ton.
"Solusinya on farm harus diperbaiki dengan cara bongkar ratun, penataan varietas tebu, kalau ini didiamkan maka produktivitas akan turun rendemennya pasti akan turun, sehingga target kita untuk swasembada tidak akan terealisasi," katanya.
Tercatat pabrik PTPN X jumlah produksi sebesar 447.000 ton sementara 2010 hanya 410,000 ton untuk RKAP 500.000 ton. PTPN XI tahun 2011 sebesar 304.000 ton tahun 2010 sebesar 318.000 ton dan RKAP 2011 405.000 ton, PTPN XIV tahun ini 19.000, tahun lalu sempat 24.000 dan RKAP 44.000 ton. RNI produksi 2011 sebanyak 317.000 sementara tahun lalu 334.000 ton dan RKAP 370.000 ton, Selain itu ada produksi dari PTPN II, VII dan IX.
Sebagi pembanding, produks gula BUMN Gula tahun ini 1,359 juta ton. Sementara produksi gula pabrik swasta PG Pesantren Baru 77.000 ton, PT Sugar Grup 310.000 ton, PT Kebun Agung 163.000 ton dan PT GMP 174.000 ton.
(hen/dnl)











































