"Kenaikan makanan impor dari Malaysia semakin tajam. Angka impor sampai dengan April 2011 dibandingkan sampai dengan Oktober 2011 terjadi kenaikan 4 kali lipat.
dari US$ 12,5 juta menjadi US$ 48,8 juta. Kenaikan ini sekitar 400%," ungkap Sekretaris Jenderal Gapmmi Franky Sibarani dalam keterangannya kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (27/11/2011).
Impor tersebut, sambung Franky memberikan kontribusi dari 18,5% terhadap total impor makanan dan minuman di April 2011 menjadi 24,7% sampai Oktober 2011. Tidak hanya Malaysia sendiri, posisi makanan dan minuman impor dari negara-negara ASEAN, juga mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan ini didominasi memang dari Malaysia. Kenaikan ini akan terus meningkat menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015," tutur Franky.
Ia menilai hal ini terjadi akibat lemahnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan daya saing dan perlindungan pasar dalam negeri. Menurutnya, hal ini mengakibatkan pasar makanan dan minuman semakin dinikmati produk asing.
"Pertumbuhan ekonomi dan daya tarik investasi hanya membuat pamerintah terbuai, tanpa 'serius' mendukung kenaikan daya saing sektor ini," jelas Franky.
(dru/dru)











































