Pemerintah Tak Peduli Pengusaha Rokok Protes Cukai Naik

Pemerintah Tak Peduli Pengusaha Rokok Protes Cukai Naik

- detikFinance
Senin, 28 Nov 2011 13:01 WIB
Pemerintah Tak Peduli Pengusaha Rokok Protes Cukai Naik
Jakarta - Pengusaha rokok memprotes rencana pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok rata-rata 16% mulai tahun depan. Kenaikan cukai tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah.

Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (28/11/2011).

"Kita lihat, karena itukan (kenaikan cukai rokok) bagian dari strategi jangka menengah. Semua dilihat dari case by case," jelas Mahendra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi bagaimana kebijakan kita secara keseluruhan terus memperkuat momentum dan kebijakan yang saat ini dianggap sudah lumayan baiklah," tambah Mahendra.

Dalam roadmap industri hasil tembakau produksi rokok dibatasi hanya 260 miliar batang per tahun mulai tahun 2015. Berikut ini jenjang prioritas industri rokok yaitu:

  • 2007-2010 prioritas aspek tenaga kerja, penerimaan dan kesehatan
  • 2010-2015 prioritas aspek penerimaan negara, kesehatan, tenaga kerja.
  • 2015-2020 prioritas pada aspek kesehatan, tenaga kerja dan penerimaan negara
Seperti diketahui, pekan lalu pengusaha rokok lewat Forum Masyarakat Rokok Indonesia (Formasi) memprotes ke Komisi XI DPR soal kenaikan cukai rokok rata-rata 16% mulai 1 Januari 2011.

Menurut pengusaha rokok yang tergabung dalam Formasi, industri rokok kretek tangan melibatkan paling banyak tenaga kerja. pengusaha protes karena industri rokok kretek tangan kenaikan cukainya mencapai 38%. Sementara rokok dengan mesin kenaikan cukainya hanya 9-10%.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kenaikan cukai rokok dilakukan agar konsumsi rokok menurun demi kesehatan masyarakat.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads