Demikian disampaikan oleh Direktur Industri Material Dasar Logam I Gusti Putu Suryawirawan dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
"Banyak yang ingin membuat pabrik baja karena permintaan besar. Buat properti, dan juga infrastruktur dengan program MP3EI. Sebagian besar buka di Kalimantan Selatan," jelas Gusti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan pabrik ini akan dimulai tahun depan," jelas Gusti.
Kemudian perusahaan asal China yaitu Mandan Steel juga berencana membuat pabrik baja billet berkapasitas 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun dengan investasi US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,12 triliun. Pabrik ini dibangun di Kalimantan Selatan mulai 2012.
"Pabrik baja paling besar di Cilegon yaitu Krakatau-Posco yang sudah mulai dibangun dengan investasi US$ 3 miliar. Pabrik ini membuat plat baja lebar untuk kapal, karena kita negara maritim maka industri kapal kita harus kuat," tukas Gusti.
Industri baja Indonesia baru bisa memenuhi sekitar 70% kebutuhan permintaan dalam negeri. Impor baja tidak bisa dihindari. Selain itu produk baja 'banci' tak standar juga bikin pelaku usaha dalam negeri pilih produk baja impor.
(dnl/ang)











































