Petani dan Pengusaha Rotan di Sumut Tolak Larangan Ekspor

Petani dan Pengusaha Rotan di Sumut Tolak Larangan Ekspor

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2011 14:28 WIB
Petani dan Pengusaha Rotan di Sumut Tolak Larangan Ekspor
Medan - Petani dan pengusaha rotan dari berbagai kabupaten di Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol, Medan, Selasa (29/11/2011) siang. Dalam aksinya, petani dan pengusaha rotan menolak secara tegas rencana pemerintah melarang ekspor rotan dalam waktu dekat.

Selain membawa poster kecaman, petani dan pengusaha rotan juga menggelar orasi. Dalam orasinya, petani rotan menyatakan larangan ekspor rotan akan kehilangan mata pencaharian karena pihak pengumpul rotan gulung tikar.

Selain itu, larangan ekspor rotan juga mengancam keberadaan pabrik rotan di Sumut yang selama ini berperan sebagai penyalur rotan ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang petani rotan asal Kabupaten Karo, Manaor Napitupulu mengatakan, ribuan pencari rotan yang tersebar di sejumlah kabupaten, akan kehilangan pekerjaan. Pihak pengumpul tidak lagi mau membeli rotan masyarakat karena kebutuhan dalam negeri sendiri sangat terbatas. Selain itu, sedikitnya 300 pabrik rotan terancam gulung tikar karena tidak bias menjual hasil rotannya ke luar negeri.

“Hanya sekitar 30 persen saja yang diserap dalam negeri. Sedangkan 70 persen lagi diekspor keluar negeri. Jika larangan ekspor ditetapkan pemerintah, kemana rotan akan dijual,” kata Napitupulu.

Sementara Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun yang menemui petani rotan hanya bias berjanji akan menyampaikan aspirasi petani dan pengusaha rotan kepada pemerintah pusat.

“Kami akan sampaikan keluhan petani dan pengusaha rotan kepada pemerintah pusat. Kebijakan larangan itu ada di tangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah,” kata Saleh.

Usai menyampaikan keluhannya, petani dan pengusaha rotan meyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua DPRD Sumut untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Setelah itu, massa membubarkan diri dengan tertib.

(rul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads