Menurut Corporate Secretary KRAS, dengan molornya penyelesaian pabrik milik anak usaha patungan bernama PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) itu maka peluang KRAS mendapatkan pasokan bahan baku dari MJIS ikut tertunda.
"Bahan baku dari MJIS lebih kompetitif karena menggunakan bahan baku lokal," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tidak disebutkan alasan dari molornya pembangunan pabrik tersebut. Perusahaan baja plat merah itu hanya menyebut proses pembangunan pabrik besi (Rotary Kiln) berkapasitas 315.000 DRI/tahun mencapai 96,05%.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baja itu juga membangun pembangkit listrik berkapasitas 2x14 MW/tahun untuk kebutuhan pabrik tersebut, prosesnya sudah mencapai 63,85%.
"Dengan demikian penyelesaian pembangunan diperkirakan akan selesai pada semester II-2012," tambahnya.
Anak usaha patungan itu berdiri pada 9 Juni 2008, dengan kegiatan usaha dalam bidang industri dan produk besi baja, perdagangan, dan jasa yang berkaitan dengan besi baja yang berlokasi di Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan sumber cadangan bijih besi lokal.
Penyertaan modal KRAS sebesar 66% pada MJIS sampai saat ini senilai Rp 343 miliar. Proyek ini merupakan proyek strategis Krakatau yang akan mendukung pengembangan produksi besi yang ada saat ini.
Kegiatan usaha MJIS adalah di bidang industri dan produk besi baja, produk hasil tambang, pembangunan, pengangkutan, perdagangan dan jasa terkait dengan besi baja.
(ang/dnl)











































