Besaran investasi itu di luar dari pembelian lahan ratusan hektar di Suryacipta yang kini telah dilakukan DMC. "Investasi ini untuk pembangunan konstruksi dan peralatan-peralatan dan hal-hal lain terkait operasional, di luar pembelian lahan ratusan hektar di Suryacipta yang kini telah dilakukan DMC.
"Investasi ini untuk pembangunan konstruksi dan peralatan-peralatan dan hal-hal lain terkait operasional di luar pembelian tanah," kata Presiden Direktur DMC Ina Kouchi dalam jumpa pers di Hotel Washington, Tokyo, Rabu (30/11/2011). Ina bertemu wartawan Indonesia setelah menggelar jumpa pers di arena Tokyo Motor Show 2011 di Big Sight, Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ina memperkirakan pabrik baru Daihatsu di Suryacipta ini akan mempekerjakan sekitar 1.400 karyawan. Sebagian besar karyawan tentu merupakan para pekerja dari Indonesia.
Pabrik baru ini ditargetkan bisa memproduksi 100 ribu unit mobil per tahun. Dengan demikian, bila ditambah dengan pabrik Astra Daihatsu Motor di Sunter, Jakarta Utara, maka Daihatsu akan bisa memproduksi sekitar 330 ribu unit mobil per tahun. Dengan jumlah produksi ini, maka DMC semakin memantapkan Indonesia sebagai pabrik terbesar kedua Daihatsu, setelah pabrik di Kyoshu, Jepang.
Mayoritas mobil-mobil Daihatsu yang diproduksi di Indonesia akan digunakan untuk memenuhi pasar di Indonesia. "Sedangkan sekitar 14 persen akan diekspor ke negara lain," kata Ina.
Ina menargetkan investasi Rp 2,1 triliun untuk pembangunan pabrik di Suryacipta itu akan mengalami BEP dalam waktu lima tahun. "Saya harap investasi sebesar itu akan bisa kembali dalam lima tahun," jelas dia.
(asy/dnl)











































