"Mengenai rencana pemerintah mengenai hilirisasi kami akan menghormatinya namun kami belum ada rencana untuk buat pabrik pengolahan kopi kita masih langsung bekerjasama dengan petani," kata Manager PT Indo Cafco Nick Watson di acara kunjungan lapangan IFC di petani kopi Simalungun, Selasa (6/12/2011)
Ia mengatakan saay ini Indo Cafco sudah 10 tahun ada di Indonesia, di mulai pada tahun 2001 di Lampung. Indo Cafco masuk ke Medan pada tahun 2004 dengan ekspor 1.000 ton per tahun sekarang 2011 sudah mencapai 6.000 ton /tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang harga kopi sempat naik di semester dua tahun ini, pembeli memang kaget tapi tetap memilih arabica yang dari Sumut karena rasanya yang unik dan tidak bisa tergantikan dengan kopi kolombia," katanya.
Sementara itu Agribusiness Program Manager, IFC Indonesia Ernest Bethe mengatakan pihaknya selaku bagian dari World Bank memiliki komiten dalam program peningkatan bidang pertanian
"Mengenai pemberian pinjaman selama 5 tahun dan terhitung dari Juli 2011 IFC Global menyalurkan US$ 4 miliar untuk global dan US$ 1 miliar untuk sektor agri di asia pasific dan asia timur dan sebagian besar ke Indonesia untuk kopi, coklat, dan sawit," jelas Bethe.
Menurutnya pada tahun depan, meski ada krisis Eropa tidak akan memberikan efek bagi komitmen IFC. Dikatakannya program ini merupakan jangka panjang, mencakup peminjaman 7 sampai 10 tahun dan pendampingan teknis 3 sampai 5 tahun.
"Kita juga akan melakukan pengawasan keberlangsungan proyek FTC ini," tegasnya.
(hen/dnl)











































