Kebut Proyek Akhir Tahun Picu Kelangkaan Semen di NTB

Kebut Proyek Akhir Tahun Picu Kelangkaan Semen di NTB

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2011 16:07 WIB
Kebut Proyek Akhir Tahun Picu Kelangkaan Semen di NTB
Mataram - Semen di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menjadi barang langka sejak akhir November. Hal ini diduga karena banyak proyek pemerintah yang dikebut untuk mengejar tenggat realisasi anggaran akhir tahun 2011.

Hasilnya, kelangkaan semen telah menyebabkan harga semen melambung tinggi karena tingginya permintaan. Upaya penambahan kuota hingga kini belum mengatasi kelangkaan.

"Sebetulnya sudah ada pasokan yang ditambah. Tapi harus kita akui memang masih terjadi kelangkaan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan NTB, Lalu Imam Maliki di Mataram, Selasa (6/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam mengatakan, permintaan semen di NTB pada Desember ini memang meningkat tajam. Biasanya, kebutuhan semen dalam sebulan di NTB kata dia mencapai 32.000 ton. Namun saat ini meski sudah dipasok 38.100 ton, kelangkaan belum teratasi.

"Saat ini sedang bongkar muat di Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, 15.800 ton semen dalam kemasan dan 2.200 ton semen curah. Tapi estimasi kita, ini juga hanya cukup untuk kebutuhan hingga 10 Desember ini," jelas Imam.

Imam mengakui, proyek milik pemerintah yang kini tengah dikebut siang malam, untuk mengejar selesai Desember memberi andil dari kelangkaan semen. Kelangkaan menyebabkan harga semen melambung jauh di atas harga distributor.

Diantara proyek mercusuar yang sedang dikebut adalah Proyek Islamic Center yang total menelan anggaran lebih dari Rp 300 miliar, Bendungan Pandan Dure dengan estimasi anggaran Rp 600 miliar, jalan dan jembatan by pass Bandara Internasional Lombok, dan juga konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Di Kota Mataram, semen Bosowa yang di distributor seharga Rp 50.500 per sak, kini di pasaran harganya sudah mencapai Rp 59.000 per sak. Semen Tonasa dan Geresik yang di distributor dilepas Rp 53.000 per sak, kini di pasaran harganya lebih mahal. Sementara Semen Tiga Roda, di pasaran harganya Rp 63.000 per sak, padahal harga distributor hanya Rp 54.000 per sak.

"Kita harapkan tidak ada pengecer yang memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk keuntungan. Kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian, untuk penanganan jika memang terbukti ada pihak yang menimbun," katanya.

Jika dibanding tahun sebelumnya, permintaan semen di NTB sepanjang tahun 2011 memang meningkat hingga 60%. Pada periode yang sama dari Januari hingga November tahun lalu, permintaan semen di NTB hanya 291.777 ton. Namun hingga November 2011 ini, data Disperindag NTB, permintaan semen sudah mencapai 468.429 ton.

"Kita juga mendapat laporan distributor kalau mereka juga sulit memperoleh kapal angkut dari pabrik. Ini karena permintaan dari provinsi lain juga meningkat tajam," katanya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads