Semen Langka, Industri Genjot Produksi Penuh 100%

Semen Langka, Industri Genjot Produksi Penuh 100%

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2011 18:08 WIB
Semen Langka, Industri Genjot Produksi Penuh 100%
Jakarta - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mengakui banyak menerima informasi kelangkaan semen di beberapa daerah seperti NTB dan Kalimantan Timur pada akhir tahun ini. Padahal para pabrikan saat ini sudah memproduksi dengan kapasitas penuh atau 100% dari kapasitas terpasang.

"Memang sekarang ini permintaan meningkat luar biasa, mungkin mereka mengatur pengirimannya, kapasitas hampir 100%, misalnya Gresik 100%, Tonasa 100%, Indocement 90%, dan Holcim 90%," kata Ketua Umum ASI Urip Timuryono kepada detikFinance, Selasa (6/12/2011)

Urip menjelaskan dengan kondisi demikian maka ketika ada sedikit gangguan distribusi imbasnya akan langsung berpengaruh pada kelangkaan semen. Ia mengakui permintaan semen di Pulau Jawa sangat tinggi, sementara pabrikan semen umumnya berlokasi di Pulau Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan di Pulau Jawa meningkat pesat, banyak pabrik mengirim ke Jawa," katanya.

Ia menuturkan khusus untuk kasus kelangkaan semen di NTB, selama ini memang banyak di pasok oleh Indocement dan Tonasa. Urip memperkirakan adanya masalah gangguan suplai semen di akhir tahun kerap terulang karena pada periode itu banyak pihak yang membeli semen untuk mengejar realisasi anggaran 2011 di pemerintahan maupun swasta.

"Itu yang kita khawatir, kemampuan kita sudah men-support. Mereka khawatir kalau hangus (anggarannya), biasanya akhir tahun dibelikan semen semuanya, karena semen bisa bertahan 3 bulan, memang begitu," katanya.

Dikatakannya masalah kelangkaan semen semacam ini tidak terjadi di akhir tahun lalu karena pabrikan memiliki kapasitas produksi yang cukup. Untuk tahun depan, ia memastikan akan ada tambahan produksi semen hingga 5 juta ton dari pabrik baru Gresik dan Tonasa.

"Begitu ada tambahan tahun depan kapasitas produksi bisa menjadi 55 juta ton, dari saat ini 50 juta ton," katanya.

Menurutnya tahun ini permintaan semen memang luar biasa hingga November 2011 saja sudah ada kenaikan permintaan hingga 14%. Bahkan di bulan Mei, Juni, dan Juli permintaan semen rata-rata sudah di atas 4 juta ton.

"Penjualan semen tertinggi terjadi pada bulan Juli sampai 4,4 juta ton," katanya.
(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads