RI Ternyata Impor Baja dari Singapura

RI Ternyata Impor Baja dari Singapura

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2011 13:42 WIB
RI Ternyata Impor Baja dari Singapura
Jakarta - Negara kecil Singapura tercatat sebagai salah satu pemasok baja ke Indonesia. Singapura merupakan negara keempat terbesar pemasok baja jenis hot rolled coil (HRC) untuk Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran Krakatau Steel (KS) Irvan K. Hakim, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Kamis (8/12/2011). "Importir HRC, Singapura meski mereka bukan produsen. Hanya lewat saja, tapi tercatat di BPS (badan pusat statistik) dari Singapura," jelasnya.

Menurut Irvan, saat ini KS merupakan market leader untuk pasar baja jenis HRC di dalam negeri, belum bisa memenuhi permintaan yang besar di dalam negeri sehingga masih perlu impor. Hingga triwulan III-2010 KS menjual 2,4 juta ton baja jenis HRC atau 48% dari kebutuhan dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk impor baja HRC paling besar saat ini adalah dari Korea Selatan, lalu diikuti Jepang, Taiwan, Singapura, dan China.

Masuknya impor baja ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya bea masuk baja yang hanya 2%. Selain itu, peminat baja dalam negeri memiliki perilaku membeli di pasar spot. Yakni membeli dengan penawaran yang lebih rendah.

"Beda perilaku. Kalau Indonesia sulit untuk kontrak panjang. Khususnya perusahaan galangan kapal, yang biasanya membangun dalam waktu satu tahun. Paling lama dua bulan. Kami tidak leluasa untuk hedge," tegas Direktur Keuangan KS, Sukandar.

China, yang menjadi negara produsen baja terbesar dunia dengan rata-rata produksi 650 juta ton per tahun, tidak menjadi importir baja utama Indonesia. Menurut Irvan, ini disebabkan oleh antidumping pemerintah China, hingga pemain baja mengurangi perdagangan ke Indonesia.

"Kenapa China nomor lima, karena ada kebijakan pemerintahnya sampai dengan 2013. Sehingga volumenya tidak besar," tegas Irvan.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads