Menurut Direktur Fajar Paper Wisesa, Hadi R. Ongkowidjojo, kebutuhan investasi tahun depan mencapai US$ 80 juta. Dana ini, sebanyak US$ 30 juta akan habis untuk modifikasi PM7, sementara US$ 50 juta untuk sebagian pembangunan PM6.
"Untuk tahun 2012, capex sekitar US$ 80 juta. Ini kalau jalan PM6, sebagian untuk mendanai ini. Sisanya untuk modifikasi PM7," kata Hadi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (9/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PM7 juga akan menghemat energi 10%. Dana untuk modifikasi telah didapat dengan jangka panjang, dan bunga yang rendah 4%. PM6 akan dibangun selama dua tahun," tegas Hadi.
Penjualan kertas kemasan industri perseroan diprediksi naik dari target tahun ini Rp 4,1 triliun menjadi Rp 5 triliun tahun depan. Sementara pencapaian laba bersih, akan sangat tergantung dari tingkat interest dan nilai tukar rupiah.
"Tahun 2011, laba bersih sedikit dibawah tahun lalu. Kita terpengaruh atas kredit yang dalam US$, sehingga ada forex. Kalau rupiah naik, kita akan alami forex gain. Tahun ini, gain tidak sebesar 2010, sehingga laba bersih turun," paparnya.
(wep/hen)











































