Krisis Global Picu Lonjakan Barang Impor Ilegal

Krisis Global Picu Lonjakan Barang Impor Ilegal

- detikFinance
Senin, 12 Des 2011 12:30 WIB
Krisis Global Picu Lonjakan Barang Impor Ilegal
Jakarta - Krisis Eropa dan AS secara tak langsung memicu peningkatan arus barang-barang impor non pangan dan pangan ilegal ke Indonesia. Misalnya, negara eksportir seperti China secara langsung kehilangan pasar di negara-negara krisis dan mengalihkan produknya ke pasar Indonesia.

"Lonjakan impor itu akan mungkin terjadi. Itu satu sisi. Sisi lain kalau semakin banyak barang yang masuk dan banyak barang yang beredar kita harus yakin bahwa barang itu benar-benar aman untuk konsumen kita," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (12/12/2011)

Produk-produk ilegal itu mencakup produk yang tak berlabel Indonesia, termasuk produk-produk impor pangan yang tak terjamin keamanannya dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu mengatakan pemerintah akan mengawasi ketat barang-barang impor yang masuk untuk mencegah masuknya barang-barang berbahaya yang bisa mengganggu kepentingan konsumen. Pemerintah berjanji akan meningkatkan pengelolaan pengawasan bagian dari perlindungan pasar domestik.

"Ya, artinya kita ingin mencoba membuat layanan sebaik-baiknya di pintu masuk kita termasuk layanan dalam hal pengawasan. Sehingga kita ingin pintu-pintu masuk itu punya fasilitas yang paling canggih, paling lengkap, yang paling bisa membuat kita yakin bahwa barang yang masuk ke kita itu benar-benar aman untuk konsumen kita," tegas Bayu.

Menurut Bayu, ia tak berharap barang-barang impor pangan maupun non pangan tidak langsung diterima konsumen. Mekanisme perlindungan akan disiapkan seperti mencegah masuknya barang-barang yang terkontaminasi.

"Jadi hal seperti ini kita masih koordinasikan terus dengan kementerian pertanian, kemenperin, kemenkeu yang punya bea cukai. Jadi kedepannya mudah-mudahan kita punya sistem yang lebih baik," katanya.
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads