Seketaris jendral (Sekjen) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur khabsyin mengatakan pihaknya telah menemukan di berbagai daerah di Indonesia gula rafinasi produksi PT Makasar Tene dengan merek Bola Manis.
"Produk tersebut beredar luas di pasaran umum. Bahkan, kami berani memastikan gula rafinasi PT Makasar Tene mendominasi 90% pasar gula di Indonesia Timur" kata Khabsyin disela-sela aksi unjuk rasa, di kantor Kementarian Perdagangan, Selasa (14/12/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan di NTB peredaran gula rafinasi dipastikan telah mencapai 90%. Sedangkan di Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan pulau Kalimantan juga menunjukkan data yang kurang lebih sama," ujarnya lagi.
Berdasarkan fakta itu, APTRI meminta pemerintah segera menindak tegas PT Makasar Tene.
"Jika tidak segera ditindak, nasib para petani tebu di Indonesia akan kian merana karena produksi mereka tidak bisa di serap pasar. Perembesan gula rafinasi itu juga berdampak pada rusaknya tata niaga nilai gula secara keseluruhan," sambungnya.
Seperti diketahui masalah merembesnya gula rafinasi ke pasar umum sudah menjadi kejadian ulangan setiap tahun. Hal ini karena kebijakan pergulaan Indonesia masih menganut dualisme jenis gula yaitu gula rafinasi yang peruntukannya untuk industri karena kualitas warnanya yang sangat putih.
Selain itu ada gula kristal putih (GKP) untuk masyarakat umum yang dihasilkan dari pabrik-pabrik tua berasal dari tebu petani. Biasanya warna gulanya agak sedikit pekat.
(hen/hen)











































