Industri Motor dan Mobil Masih Jadi Andalan RI di 2012

Industri Motor dan Mobil Masih Jadi Andalan RI di 2012

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 13:58 WIB
Industri Motor dan Mobil Masih Jadi Andalan RI di 2012
Jakarta - Industri otomotif seperti motor dan mobil termasuk komponennya akan tetap menjadi penggerak pertumbuhan industri tahun depan.

Tahun ini saja sektor industri alat angkut, mesin dan peralatannya tumbuh sebesar 7,01% hingga triwulan III-2011, meski di bawah capaian 2010 yang sempat mencapai 10,35%

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan terus membaiknya kinerja sektor industri non migas selama 2 tahun terakhir ini, cukup terbuka peluang bagi sektor industri non migas untuk tetap tumbuh di kisaran 6-7,1% pada tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun 2012 yang akan datang dengan motor pertumbuhan pada industri otomotif, industri logam dasar besi dan baja, industri makanan dan minuman, serta industri tekstil, barang kulit dan alas kaki," kata Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jumat (16/12/2011)

Meski demikian, Hidayat mengatakan pemerintah juga akan mendorong sektor-sektor industri lainnya yang sangat strategis seperti industri-industri yang banyak menyerap tenaga kerja (labour intensive) seperti industri permesinan, logam dasar, besi dan baja, petrokimia dan industri kecil menengah (IKM)

"Sektor-sektor itu menjadi prioritas dari perindustrian," katanya.

Pertumbuhan industri pengolahan non migas sampai dengan triwulan III tahun 2011 adalah 6,49% jauh lebih tinggi dari pertumbuhan industri non migas sepanjang tahun 2010 yang hanya 5,09% dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2005.

Tercatat pertumbuhan tertinggi cabang industri non migas secara kumulatif hingga triwulan III tahun 2011 dicapai oleh industri logam dasar besi dan baja sebesar 15,03 % sementara 2010 hanya 2,56 %.

Industri tekstil,barang kulit dan alas kaki sebesar 8,63% sedangkan 2010 hanya 1,74%, industri makanan,minuman dan tembakau sebesar 7,29% sedangkan 2010 hanya 2,73% serta industri alat angkut,mesin dan peralatannya sebesar 7,01% sedangkan 2010 sempat mencapai 10,35%.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads