"Yang paling berbahaya adalah selundupan yang disinyalir kira-kira 20-30% barang-barang terus mengalir," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/12/2011).
Hatta menegaskan hal ini perlu diwaspadai mengingat mulai menurunnya pertumbuhan di China dan India sehingga produk dari kedua negara tersebut mencari pasar baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terhadap dampak krisis, Hatta yakin ekspor Indonesia tidak akan memberikan dampak negatif bagi tanah air. Pasalnya, porsi ekspor terhadap PDB hanya sekitar 26 persen.
"Tidak mungkin ekspor itu mengakibatkan kita krisis. Pertama, saya punya alasan, share ekspor kita terhadap GDP itu kan 26 persen, beda dengan Singapura yang 200 persen, Malaysia 90 persen, sehingga pukulannya tidak (besar)," tandasnya.
(nia/hen)











































