Peningkatan impor serat juga disebabkan karena naiknya harga satuan, karena secara volume impor serat hanya naik 7,3%. Kenaikan volume impor serat tahun ini lebih disebabkan karena terjadinya kenaikan impor serat polyester yang naik sekitar 99% sedangkan untuk serat kapas, volume impor tahun ini diperkirakan turun sekitar 2%.
"Turunnya volume ekspor tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja industri TPT (tekstil dan produk tekstil) tahun ini, berdasarkan data BI yang kami pasar domestik secara pasti menunjukan gairahnya dengan konsumsi perkapita masyarakat yang tumbuh dari 5,7 kg/kapita ditahun 2010 menjadi 6 Kg/kapita," kata Direktur Eksekutif Indotextiles Korrie Ayun Larasatie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/12/2011).
Berdasarkan data BI hingga Oktober 2011 yang diestimasikan Indotextiles, total peningkatan nilai ekspor TPT tahun ini sebesar 18,8% atau mencapai USD 13,6 milyar yang lebih disebabkan karena naiknya harga satuan. Sedangkan secara volume, ekspor total TPT turun 5,4% atau sebesar 1,9 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia, APSyFI mengatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi polyester tahun ini yang disebabkan karena masih tingginya harga kapas.
Tingginya harga kapas telah mendorong kenaikan harga satuan hingga produk hilirnya. Sama seperti tahun sebelumnya, peningkatan nilai ekspor tahun ini didorong oleh peningkatan ekspor serat sebesar 38,7% yang kemudian disusul oleh garmen sebesar 18,7%, sedangkan benang dan kain naik 16%.
Konsumsi serat polyester di tahun 2011 naik sekitar 9,2% atau menjadi sekitar 593 ribu ton sedangkan untuk benang filamen polyester (PFY) konsumsi
naik sekitar 6,1% atau menjadi 499 ribu ton.
Peningkatan konsumsi polyester tahun ini menggantikan konsumsi serat kapas yang turun sekitar 3% atau menjadi 542 ribu ton. Jika harga kapas masih tinggi, APSyFI yakin bahwa trend meningkatnya konsumsi polyester akan terus berlanjut.
"Meskipun masih terganjal masalah kesenjangan kesejahteraan yang cukup tinggi, daya beli masyarakat terus meningkat seiring kinerja ekonmi yang terus membaik, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6% dengan inflasi 5% maka diperkirakan konsumsi perkapita akan kembali tumbuh menjadi 6,5kg/kapita," jelas Redma.
(hen/ang)











































