Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan Indonesia patut mencontoh India terkait mencintai produk dalam negari. Pasalnya, langkah kampanye 100% Cinta Indonesia oleh pemerintah dianggap tak efektif.
"Ya contohnya India. Walaupun jelek, apa segala macam tetap aja pakai Carry, Tata truknya. Ya begitulah tapi karena dia semangat dalam negerinya akhirnya sekarang dia bisa memproduksi mobil US$ 3000 (Tata Nano). Indonesia, Avanza saja yang masih standar Rp 120 juta. Artinya apa? Cost otomotifnya kita besar sekali, ini yang perlu kita benahi," kata Natsir di kantor Kadin, Kamis (22/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ini lebay, iklan kita itu 100% love Indonesia..apa itu artinya? Seharusnya yang ditonjolkan itu industri kita, ini industri kita. Pengamanan pasar dalam negeri ini tidak bisa kita kerjakan 1-2 hari, panjang perjalanannya. Tapi kalau cuma Lovee terus Dian Sastrowardojo, ada lagi Becky Tumewu apa gunanya itu, ngabis-ngabisin duit pemerintah aja," katanya.
Menurut Natsir harus ada langkah konkret untuk 2012 antara lain memperbaiki regulasi-regulasi, harmonisasi aturan dan semua belanja APBN kita harus menggunakan produk dalam negeri.
"Tahu tidak Rp 1000 triliun barang modal kita, BUMN belanjanya berapa? Rp 800 triliun kalau itu dimanfaatkan itu adalah captive market (pasar pasti) bagi industri kita. Harus, mau tidak mau pakai produksi dalam negeri," katanya.
(hen/ang)











































