"Jadi total ekspor dan juga pasar dalam negeri mungkin bisa mencapai dalam waktu beberapa tahun ke depan harusnya bisa mencapai umpamanya Rp 4 triliun atau US$ 400 juta. Kami yakin bisa mencapai itu, kira-kira perlu waktu 5 tahun," kata Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan (AMKRI) Hatta Sinatra di kantor Kemenperin, Selasa (27/12/2011)
Sinatra mengatakan walaupun diharapkan ada pertumbuhan sebesar 20 persen tetapi diperlukan waktu untuk menyembuhkan industri rotan ini. Terpuruknya industri rotan dalam waktu yang lama membuat proses pemulihan perlu waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia yakin dengan adanya peningkatan nominal otomatis kuantitasnya juga akan bertambah. Disamping itu penguasaan teknologi juga tidak menjadi masalah.
"Untuk kuantitasnya ya otomatis. Dengan peningkatan nominal ya otomatis meningkatkan kuantitiasnya, ya sekitar 20% juga. Untuk teknologi dan desain itu nggak masalah. Kita menguasai teknologi secara penuh, apapun bisa kita lakukan tanpa kesulitan," katanya
Menurutnya Indonesia bisa merebut pasar China karena adanya larangan ekspor bahan mentah ini.
"Potensi pasar China potensinya luar biasa, tapi kita tidak bisa masuk karena mereka punya pabrik sendiri. Makanya dengan penyetopan ekspor bahan baku ini kita bisa ambil pasar dalam negeri dan pasar China Jadi China yang harus jadi target utama kita karena pasar terbesar adalah di sana," katanya.
(hen/hen)











































