Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengatakan secara produksi tahun ini Indonesia akan memproduksi 23,5 juta ton CPO, dengan volume ekspor 16,5-17 juta ton. Asumsi perhitungan harga CPO rata-rata sebesar US$ 1000 per ton maka, total nilai ekspor bisa mencapai US$ 16,5-17 miliar, di tengah luruhnya harga CPO dunia.
Ia mengakui besaran kenaikan ekspor ini memang sangat tergantung dengan kinerja ekspor CPO di bulan November dan Desember 2011. Setelah sebelumnya di bulan Oktober mengalami penurunan nilai ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadhil menjelaskan meski beberapa bulan lalu ekspor CPO Indonesia turun,ia optimis secara total akan mengalami pertumbuhan. Ia mencatat terjadi pergerakan kenaikan ekspor di akhir tahun ini. "Masih tetap naik," katanya.
Sepanjang 2010, nilai ekspor CPO dan produk turunan sawit Indonesia mencapai US$ 16,4 miliar. Secara volume selama Januari-Desember 2010 volume ekspor CPO Indonesia naik tipis sebesar 127.498 ton atau menjadi 15.656.349 ton, dibandingkan tahun 2009 sebesar 15.528.851 ton.
Gapki mencatat total volume perdagangan ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang tahun 2009 mencapai 15,5 juta ton. Angka ini mengalami kenaikan 1,7 juta ton dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya sebesar 13,8 juta ton. Dibandingkan tahun 2008 yang nilai ekspornya mencapai US$ 15,58 miliar, nilai ekspor CPO pada 2009 turun menjadi US$ 10 miliar.
(hen/ang)











































