Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui di kantornya di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (30/12/2011)
"Kita sedang cari mekanisme yang pas agar lebih memperhatikan UKM dan mencegah terjadinya perembesan. Cari konteks distribusi yang lain. Saat inikan ke 8 perusahaan itu, 5 di Cilegon, 1 di Makassar, 1 di Cilacap, 1 lagi saya lupa, kan jauh dari UKM-UKM yang tersebar itu," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak UKM makanan minuman yang butuh gula (rafinasi), karena mereka juga sudah ekspor dimana butuh gula yang kualitas tinggi karena standar negara tujuan ekspor itu. Masak perusahaan multinasional kita kasih tapi untuk UKM kita tidak," ujarnya.
Ia menuturkan perembesan gula rafinasi oleh pengecer itu ternyata bukan dikonsumsi oleh rumah tangga murni tetapi oleh industri makanan dan minuman yang dikelola oleh rumah tangga, dimana statusnya UKM ini masih 'abu-abu' apakah industri murni atau pasar umum.
"Tahun 2012 ada 6% pertumbuhan kebutuhan konsumsi gula untuk industri makanan dan minuman. Angka impor tahun depan yang 2,1 juta ton itu didapat dari impor 2011 yaitu 2,4 juta ton dan dikurangi perembesan 18%-20% dan ditambah 6 % tadi," jelas Bayu.
(hen/hen)











































