Hatta: Esemka Bisa Jadi Kendaraan Umum di Pedesaan

Hatta: Esemka Bisa Jadi Kendaraan Umum di Pedesaan

- detikFinance
Rabu, 04 Jan 2012 15:13 WIB
Hatta: Esemka Bisa Jadi Kendaraan Umum di Pedesaan
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bangga terhadap karya anak bangsa dalam memproduksi mobil Esemka. Hatta bahkan mempunyai ide agar Esemka dijadikan angkutan umum di pedesaan.

"Kita lihat, kan bisa juga jadi kendaraan umum di pedesaan," jelasnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/1/2011)

Pernyataan Hatta ini, tak terlepas dari rencana pemerintah khususnya kementerian perindustrian menggarap mobil murah untuk angkutan pedesaan. Hal ini terkait arahan Presiden SBY terkait wacana program pro rakyat dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang meliputi 6 hal yaitu rumah super murah, angkutan umum murah, program air bersih, program listrik murah dan hemat, program peningkatan hidup nelayan, dan masyarakat pinggir kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah akan menyiapkan mobil angkutan murah seharga Rp 50 juta yang hanya disediakan untuk para petani di pedesaan. Mobil ini akan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA)

Pada tahap pertama, Hidayat menyatakan produksi akan dimulai tahun ini sebanyak 300 unit. Mobil murah ini akan menjadi produk anak bangsa dengan 65% kandungan lokal. Hidayat menjelaskan mobil tersebut ditujukan untuk mengangkut hasil panen petani.

Berdasarkan data rencana pengadaan umum kementerian perindustrian 2012 sudah alokasi dana untuk mendukung pengembangan mobil murah bagi masyarakat pedesaan, antara lain:
  • Kajian pengemangan kendaraan angkutan umum murah pedesaan Rp 200 juta
  • Peralatan perbengkelan dalam rangka mendukung pengembangan angkutan umum murah pedesaan Rp 500 juta
  • Pembuatan prototype komponen angkutan umum murah Rp 500 juta
  • Fasilitas peralatan bengkel untuk angkuta umum murah di Jatim Rp 900 juta
  • Special coating Rp 3,5 miliar
  • Welding plant body and chassis Rp 8 miliar
  • Assembly plant Rp 2,5 miliar
  • Body Rp 21 miliar
  • Testing plant Rp 15 miliar
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads