"(BUMN) Nggak (wajib), saya saja dulu. Aku dulu beli lah," kata Dahlan sambil tertawa saat ditanya soal wajib pembelian Esemka untuk perusahaan BUMN ketika ditemui di kantor kementerian koordinator perekonomian, Jakarta, Rabu (4/1/2012).
Sayangnya Dahlan terlihat tak serius saat menyampaikan hal itu. Sambil tertawa, Dahlan bertanya balik kepada wartawan yang menghampirinya. "Warna apa yah? Terserah kalian, mau biru mau putih saya beli," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BUMN janganlah. Yang berbisnis biar swasta. Jangan semua bisnis dipegang BUMN. Biarkan rakyat yang berbisnis. Bukan negara," katanya.
Dahlah sayang enggan merinci maksudnya itu, bahkan ia juga tak banyak komentar soal produksi mobil Esemka mengajak swasta nasional seperti Astra. "Tanyakan saja sama Astra," ujar Dahlan sambil tertawa.
Mungkin Dahlan lupa, jika selama ini ada BUMN yaitu PT Industri Kereta Api (INKA) yang juga membuat mobil nasional bermerek GEA. Bahkan mobil GEA digadang-gadang akan menjadi mobil murah yang sudah banyak dipesan oleh pemerintah daerah.
(hen/dnl)











































