Ketua Umum Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor Hadi Surjadipraja mengatakan bahwa yang menentukan mobil Esemka ini dapat diproduksi massal adalah pihak investor.
"Kalau sudah lulus uji kelayakan dari Kementerian Perhubungan, dan akan di produksi massal ini kembali lagi kepada investor, bagaimana komponennya akan di produksi dan sebanyak apa," katanya di sela-sela acara Sosialisasi Bea Masuk Di tanggung Pemerintah (BMDTP) tahun 2012,di Kemenperin, Jakarta, Jumat (6/01/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang namanya layak jalan kan, karena menyangkut keselamatan. Keselamatannya kan enggak bisa didiskriminasikan, jangan sampai ketika mobil Esemka ini tidak lulus layak jalan tetap di produksi hanya karena buatan anak SMK,"katanya
Mengenai komponen mobil Esemka, saat ini blok mesin Esemka diproduksi di PT Autocar Industri Komponen (AIK) di Karawang. Sasisnya buat sendiri berikut pelek yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan ring seher, katup, altenator dari Jepang. Untuk sistem injeksi dari Korea.
Transmisi berikut kopelnya merek Fuday yang dipesan di China. Tidak hanya itu axle untuk penggerak Esemka juga sengaja didatangkan dari China.
Misalnya Esemka Rajawali yang telah dijadikan mobil dinas walikota Solo bermesin 1.500cc multi point injection 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 Hp pada putaran 5.500 RPM dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 RPM.
Rajawali mampu menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik mirip SUV premium lainnya, misalnya power steering, central lock, power windows, AC dual zone, sensor parking, hingga head unit CD player.
Soal interiornya, ada beberapa komponennya diproduksi di dalam negeri. Meskipun bagian dashbord diimpor langsung dari China. Interiornya didesain di Kiat Motor Klaten dan bodi buat di Kiat Motor.
(hen/hen)











































