Meskipun saat ini dukungan terhadap mobil Esemka terus mengalir dari berbagai kalangan. Namun mobil Esemka kedepannya harus menyadari bahwa bila dijadikan sebuah industri maka kompetisi ketat sedang menunggu.
"Oleh karena itu kalau sudah masuk ke skala industri, si penemu Esemka ini harus mulai berpikir bisnis. Jadi harus bergabung dengan investor yang berinvestasi dan pemerintah tentunya akan membantu nantinya, dengan ikut membeli. Tapi pada akhirnya yang dihadapi oleh industri mobil baru ini adalah berkompetisi di pasar domestik yang sudah dikuasai oleh 20 merek, yang sudah berpengalaman 30 tahun," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/1/2012)
Pemerintah mengaku tidak bisa selamanya melindungi mobil Esemka ini karena adanya perdagangan yang fair yang telah digariskan oleh organisasi perdagangan dunia atau WTO. "Saya tidak bisa memproteksi terus menerus apalagi kalau memproteksinya nanti dianggap melanggar WTO," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya apresiasi tinggi kepada anak-anak SMK itu, tapi kalau nanti kita bicara industri mobil itu hal yang berbeda. Pencapaian itu harus dilanjuti dengan suatu kemampuan manufaktur yang permanen, dari teknologi maupun kelayakan kalau itu sudah lolos baru kita berpikir masuk ke industri kan," katanya.
Meskipun Hidayat menegaskan, bila mobil Esemka masuk ke level industri, maka pemerintah juga siap memberikan bantuan.
"Kita bantu dengan memberikan kebijakan fiskal, memberikan bea masuk di tanggung pemerintah terhadap produksi atau mesin-mesin yang diproduksi disini di nol kan,terus kalau investornya mau dapat kredit kita bantu supaya dikasih kredit. Atau dia joint dengan BUMN yang nanti BUMN nya bersedia untuk memproduksi mobil," katanya
Hidayat mengingatkan bahwa untuk skala industri banyak hal yang harus diperhatikan, bukan saja sekedar manufakturnya tapi juga termasuk infrastruktur purna jualnya.
"Nah skala industri bukan saja manufaktur, itu bicara juga mengenai infrastruktur termasuk purna jual, outlet dan bengkel serta komponen penunjangnya. Itu membutuhkan investasi yang luar biasa besar," ujarnya
Ia menambahkan semua itu merupakan masalah-masalah bisnis yang harus diselesaikan, tetapi hal yang paling utama adalah bagaimana mobil ini bisa berkompetisi.
"Tapi itu suatu masalah bisnis yang seharusnya di buat secara baku. Tapi yang utama yang dihadapi nanti ini adalah kompetisi ketat di pasar otomotif," katanya
(qom/qom)











































