Investasi Industri Makanan & Minuman Melorot 21%

Investasi Industri Makanan & Minuman Melorot 21%

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2012 17:26 WIB
Investasi Industri Makanan & Minuman Melorot 21%
Jakarta - Krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa memberikan pengaruh terhadap ekonomi dunia dan secara langsung berdampak negatif terhadap industri makanan dan minuman nasional. Misalnya untuk investasi terjadi penurunan sebesar 21% selama 2011 di sektor makanan dan minuman.

"Industri makanan dan minuman akan tetap tumbuh seiring dengan pencapaian Indonesia yang berhasil masuk pada level layak investasi. Sampai akhir 2011 di estimasi nilai investasi di sektor makanan dan minuman nasional mencapai Rp 20 triliun memang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 25,6 triliun, di 2012 bisa minimal Rp 30 triliun supaya bisa genjot pertumbuhan industri mamin 10%," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Siswaja Lukman, dalam Acara Seminar Outlook Industri Pangan Olahan, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (12/01/2012)

Adhi optimis tahun ini investasi maupun pertumbuhan sektor makanan dan minuman akan tumbuh lebih baik. GAPMMI targetkan omset industri makanan dan minuman akan tumbuh 8% sampai 10%, dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk tahun 2012, diharapkan omset industri makanan dan minuman akan tumbuh 8% sampai 10% atau lebih besar dari pertumbuhan tahun 2011 yang diperkirakan mencapai 7% sampai 8%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh realisasi investasi-investasi baru, kenaikan daya beli masyarakat seiring pertumbuhan ekonomi serta pertambahan jumlah penduduk," katanya

Adhi juga menambahkan dengan jumlah penduduk sebanyak 240juta jiwa merupakan pasar yang besar, jika peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, tentunya akan menjadi target pasar dari berbagai negara, khususnya negara-negara ASEAN.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads