"Industri makanan dan minuman akan tetap tumbuh seiring dengan pencapaian Indonesia yang berhasil masuk pada level layak investasi. Sampai akhir 2011 di estimasi nilai investasi di sektor makanan dan minuman nasional mencapai Rp 20 triliun memang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 25,6 triliun, di 2012 bisa minimal Rp 30 triliun supaya bisa genjot pertumbuhan industri mamin 10%," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Siswaja Lukman, dalam Acara Seminar Outlook Industri Pangan Olahan, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (12/01/2012)
Adhi optimis tahun ini investasi maupun pertumbuhan sektor makanan dan minuman akan tumbuh lebih baik. GAPMMI targetkan omset industri makanan dan minuman akan tumbuh 8% sampai 10%, dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhi juga menambahkan dengan jumlah penduduk sebanyak 240juta jiwa merupakan pasar yang besar, jika peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, tentunya akan menjadi target pasar dari berbagai negara, khususnya negara-negara ASEAN.
(hen/hen)











































