Dikatakan Dahlan, produk mobil Esemka ini harusnya dipandang sebagai produk hasil penelitian dari siswa-siswa SMK di Solo. Dia melihat saat ini ada upaya emosional masyarakat untuk menjadikan Esemka sebagai produk industri.
"Ini menteri pendidikanlah ya, inikan begini saya ingin menteri pendidikan sangat serius membina SMK. Jadi ini saya lihat harus didudukan pada porsi bahwa ini adalah sarana pendidikan. Jangan diemosionalkan bahwa ini sebuah produk dan ini sebuah industri, jangan. Nanti tidak proposional nanti. Jadi tetap harus diproposionalkan ini adalah sarana pendidikan. Sarana pembelajaran. Dengan demikian anak-anak SMK nanti sangat terampil," ungkap Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan Iskan datang didampingi oleh Deputi Industri Primer Kemeneng BUMN Megananda Daryono yang sebelumnya telah menghadiri acara peresmian resort PTPN IX di Banaran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Saat ini, ujar Dahlan, di Indonesia masyarakat perlu mengubah orientasinya. Sebab saat ini persentase masyarakat di Indonesia yang bergerak di bidang teknik sangat rendah. Hanya berkisar 12-15% saja. Sementara untuk masyarakat di negara maju persentase di bidang industry mencapai 25%.
"Padahal negara-negara maju struktur masyarakat persentase masyarakat yang bergerak di bidang teknik itu persenstase bisa sampai 25 persen. Kita mungkin baru sekitar 12-15 persen sehingga pentingnya proyek-proyek seperti ini atau langkah Diknas seperti ini membuat daya tarik dan keterampilan bidang teknik yang luar biasa," jelas Dahlan.
(dnl/dnl)











































