Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto dalam Acara Diskusi Industri Logistik, Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Selasa (17/01/2012)
Menurutnya yang terjadi di Indonesia adalah barang impor langsung masuk ke pulau Jawa sehingga harga barang-barang menjadi murah di Jawa seperti barang dari China. Sementara daerah lain seperti wilayah Timur justru yang terjadi sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan dengan pola semacam itu dampaknya truk atau kontainer dikirim menuju Barat ke Timur atau sebaliknya bisa kembali dengan membawa barang. Selama ini truk atau kontainer pengantar barang pulang dengan tangan kosong karena barang impor lebih banyak masuk di Jawa.
"Sebagai praktisi kita kadang suka bingung. Kalau kita kirim barang kesana pulangnya kita nggak ada, total bolak balik dibebankan kepada yang berangkat sehingga costnya tinggi. Untuk yang ke wilayah timur kasihan, ke Papua paling mahal pulang dari sana kosong. Beban satu kontainer Rp 20 juta. Ini kan tidak tercipta keadilan logistik," katanya
(spr/hen)











































