Pengusaha Usul Agar Pulau Jawa Tertutup dari Barang Impor

Pengusaha Usul Agar Pulau Jawa Tertutup dari Barang Impor

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2012 14:44 WIB
Pengusaha Usul Agar Pulau Jawa Tertutup dari Barang Impor
Jakarta - Pengusaha bidang logistik mengusulkan agar hanya ada dua pintu masuk barang-barang impor yaitu di Barat dan Timur Indonesia. Langkah ini akan menyebabkan harga barang-barang impor seperti dari China menjadi lebih mahal di Jawa sementara barang impor lebih murah di luar Jawa.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto dalam Acara Diskusi Industri Logistik, Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Selasa (17/01/2012)

Menurutnya yang terjadi di Indonesia adalah barang impor langsung masuk ke pulau Jawa sehingga harga barang-barang menjadi murah di Jawa seperti barang dari China. Sementara daerah lain seperti wilayah Timur justru yang terjadi sebaliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah dengan kontainer yang besar masuk ke Jakarta, maka dia (China) dapat ekonomic, makanya harganya lebih murah. Dibandingkan dari Kalimantan, pasti lebih mahal. Solusinya, hentikan impor barang di Jawa. Jemput di wilayah timur atau barat maka akan terjadi balance volume, jadi ketika truk dari Jawa pulang bisa bawa barang," katanya.

Ia menambahkan dengan pola semacam itu dampaknya truk atau kontainer dikirim menuju Barat ke Timur atau sebaliknya bisa kembali dengan membawa barang. Selama ini truk atau kontainer pengantar barang pulang dengan tangan kosong karena barang impor lebih banyak masuk di Jawa.

"Sebagai praktisi kita kadang suka bingung. Kalau kita kirim barang kesana pulangnya kita nggak ada, total bolak balik dibebankan kepada yang berangkat sehingga costnya tinggi. Untuk yang ke wilayah timur kasihan, ke Papua paling mahal pulang dari sana kosong. Beban satu kontainer Rp 20 juta. Ini kan tidak tercipta keadilan logistik," katanya

(spr/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads