"Mobil saat ini pertumbuhannya 800 ribu unit, sementara motor pertumbuhannya 8 juta unit. Ini kalau jalan di Jakarta diseterika pasti mereka akan mengerti prospek Indonesia ke depan, jadi meningkatkan nilai investasi di Indonesia," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/1/2012)
Ia menyatakan investasi Jepang meningkat cukup baik pada tahun 2011 ini. Negara tersebut menjadi negara kedua terbesar yang melakukan investasi di Indonesia dengan nilai US$ 1,5 miliar sepanjang tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita menambahkan keagresifan Jepang dan negara investor lainnya dalam menanamkan investasinya di Indonesia terlihat dari 5 sektor terbesar PMA, seperti transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar US$ 3,8 miliar, pertambangan US$ 3,6 miliar, listrik, gas, dan air US$ 1,9 miliar, industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronika US$ 1,8 miliar, serta industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi US$ 1,5 miliar.
"Kalau kita bicara dengan kawan-kawan dari Jepang, kita menceritakan agresifitas kawan dari Korea dan India. dan ini ternyata membuahkan hasil, baik itu bidang otomotif dan non otomotif sudah mengerti makro Indonesia ke depan," ujarnya.
(nia/hen)











































