ADVERTISEMENT

Mentan Pangkas Kuota Impor Daging, Wamendag Justru Kaji Penambahan

- detikFinance
Jumat, 20 Jan 2012 14:17 WIB
Jakarta - Kementerian Perdagangan sedang membahas permintaan industri pengolahan daging untuk tambahan kuota impor. Permintaan daging untuk industri bukanlah daging sapi utuh melainkan bagian-bagian tertentu.

"Kemendag menyadari jenis daging yang diminta oleh industri itu berbeda. Industri tidak pernah beli sapi utuh, dia beli bagian tertentu dari sapi. Bisa saja yang terjadi, permintaan dari bagian sapi tertentu itu lebih besar dari pada sapi yg disembelih," kata Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti saat ditemui di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (20/01/2012)

Bayu mencontohkan misalnya 1 sapi memiliki 1 buntut, kalau disembelih 100 ekor sapi hanya tersedia 100 buntut, nah kalau permintaan sop buntutnya ternyata 200, masak harus sembelih 200 ekor sapi hanya untuk diambil buntutnya saja. Hal itu juga sama dengan iga, karena sekarang pertumbuhan industri iga sangat pesat.

"Jadi,bisa saja terjadi terjadi kelangkaan buntut dan iga walaupun tidak terjadi kelangkaan sapi dan itu contohnya bahwa industri semakin spesifik terhadap apa yang dia minta, istilahnya industrial meat," katanya

Jadi dari sapi menjadi kebutuhan bahan baku sosis itu ada satu aktifitas industri di tengahnya yang terus terang belum terpetakan dengan cukup baik. Bayu mengatakan bahwa pihaknya tengah membahas mengenai hal ini dan selama belum ada keputusan para pelaku industri dihimbau untuk menggunakan saja kuota yang ada.

"Makanya nasehat saya pada industri makanan, gunakan saja dulu kuota yang ada, penuhi dulu, saya juga tidak tahu itu akan cukup berapa bulan. Kalau nanti terjadi kekurangan nanti akan kita evaluasi dan kita tambah," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kuota impor sapi bakalan (sapi kurus umur 2 tahun) akan dikurangi 30% untuk kuota tahun ini. Kuota akan dipangkas dari 400.000 ekor menjadi 280.000 ekor.

(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT