"Garam industri dari dulu memang belum pernah produksi. Industri iya selama ini memang 100 persen," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
Sharif menyatakan selama ini garam yang diproduksi di dalam negeri merupakan garam konsumsi dan masih berkisar 1,5 juta ton garam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk garam konsumsi ini, lanjut Sharif, pihaknya merencanakan swasembada garam. Namun, untuk garam industri, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengembangkan produksi garam industri.
"Sedang diusahakan, itu tanggung jawab Menteri Perindustrian, untuk garam industri sedang dilakukan penjajakan untuk ada investasi di NTT. Kalau saya KKP lebih banyak lebih pada garam konsumsi karena membina langsung petani garam di pesisir," jelasnya.
Menurut Sharif, belum berproduksinya garam industri ini karena belum siapnya investasi untuk proyek tersebut.
"Jadi ada masalah investasi, lahan, teknologi, ada perbedaanlah. Lebih kepada kita belum siaplah dan ini sedang diusahakan dari Kementerian Perindustrian," kata Sharif.
Produksi Nihil, Pemerintah Masih Terus Impor Garam Industri (nia/dru)











































