63% Stok Gula Konsumsi Dikuasai Pedagang

63% Stok Gula Konsumsi Dikuasai Pedagang

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2012 16:23 WIB
63% Stok Gula Konsumsi Dikuasai Pedagang
Jakarta - Produsen gula rafinasi (gula industri) meminta agar dilibatkan mengamankan pasokan gula kebutuhan konsumsi atau gula kristal putih (GKP) untuk 4 bulan mendatang.

Kenyataanya dengan stok gula saat ini, tak akan mencukupi kebutuhan gula konsumsi khususnya di wilayah Indonesia Timur apalagi saat ini 63% stok gula dikuasai pedagang.

Wakil Ketua 1 Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Andre Vincent Wenas mengatakan sesuai laporan DGI (dewan gula Indonesia), maka dari stok gula yang ada, sekitar 63% lebih telah dikuasai oleh pedagang, sekitar 32% masih milik pabrik gula, dan gula milik petani relatif sudah habis terjual atau hanya sekitar 4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total stok gula nasional per 31 Desember 2011 603.000 ton, antara lain:
  • Milik petani 24.900 ton (4%)
  • Milik pedagang 382.600 ton (63%)
  • Milik pabrik 196.500 ton (33%)
"Stok gula yang ada bukanlah dalam kendali pemerintah/BUMN Gula. Tapi ada dalam kendali para pedagang yang tidak bisa diatur oleh pemerintah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/1/2012)

Sikap AGRI ini terkait dengan Surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, tertanggal 17 Januari 2012, soal upaya mengamankan kebutuhan pasokan GKP untuk pasar konsumsi di kawasan timur Indonesia.

Yaitu rencana pemenuhan pasokan gula konsumsi di kawasan timur pada Januari-April 2012 sebanyak 300.000 ton. Pemerintah sangat percaya diri karena berdasarkan data stok gula per 12 Januari 2012 yang ada di BUMN/PTPN Gula ada sekitar 340.000 ton alias cukup untuk kawasan Indonesia timur.

"Jumlah stok yang ada tidak lah bakal mencukupi kebutuhan di KTI, karena stok gula yang ada pastilah diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa yang dalam 4 bulan ke depan bakal butuh sekitar, 510.000 ton," katanya.

Ia menuturkan pasokan gula konsumsi di kawasan Indonesia timur sedang mengalami defisit yang parah. Hal ini dibuktikan dengan merembesnya gula rafinasi ke pasar konsumsi kawasan timur.

"Disarankan agar pemerintah segera memanfaatan aset nasional yang ada, yaitu fasilitas pabrik-pabrik gula rafinasi yang ada untuk membantu mengamankan posisi stok gula nasional. Sehingga kontinuitas pasokan dapat terjamin dan stabilitas harga juga terjaga dan tidak menimbulkan gejolak inflasi di daerah-daerah KTI," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads