Menurut Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, mobnas sebaiknya hanya masuk di kelas 700 cc ke bawah. Alasannya, belum banyak mobil yang ada dipasaran saat ini menggarap segmen ini.
"Kompetisi ketat, hingga harus cari segmen yang smart. Adalah 700 cc ke bawah," katanya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah melakukan dukungan sejak 2007. Esemka 2008, Tawon dan Kancil juga. Namun pasar kan besar. Bisa saja cc berapapun. 2000 cc bisa sekali. Tapi itu menjadi berat karena akan head to head dengan market," tuturnya.
Terkait kebijakan insentif bagi produsen yang akan membuat mobil katagori low cost and green car (LCGC), Budi menambahkan mobnas pun boleh mendapatkannya. Pola insentif tersebut sedang dibahas antar kementerian, dan diharapkan dapat merangsang industri otomotif nasional.
"Insentif untuk semua, mobnas juga. Ini kan agar mandiri, membentuk power trade mulai dari engine hingga transmisi. Dengan ini justru akan menumbuhkan banyak industri komponen. Hingga tidak harus impor," paparnya.
Budi percaya pasar kendaraan ber-cc kecil semakin diminati masyarakat. Hingga anjuran mengembangkan mobnas ber-cc kecil menjadi salah satu solusi. "Mobnas bisa menjadi karya anak bangsa. Dan tren ke depan cc kecil. Ini yang kita arahkan," imbuhnya.
(wep/hen)











































