Penurunan secara tahunan itu terjadi menyusul adanya bencana gempa dan tsunami di awal 2011 lalu. Bencana tersebut menyebabkan rusaknya pabrik-pabrik dan jalur distribusi, seperti data yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat yang dikutip AFP, Selasa (31/1/2012).
Koreksi terbesar diderita oleh produksi alat-alat telekomunikasi, yang jatuh hingga 22,8%, dibuntuti oleh mobil dan suku cadangnya yang turun 9,9% serta komponen elektronik melambat 9,4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, di bulan terakhir 2012, produksinya naik lebih tinggi dari perkiraan analis, yaitu sebanyak 4% dari November ke Desember. Data statistik itu mengalahkan prediksi analis yang hanya naik 2,8%, dari prediksi turun 2,7% di November.
(ang/dnl)











































