"Kalau ekspor kita ke RRC bahan mentah. Ekspor total mesti kita lihat kualitasnya juga, kalau mayoritas ekspor bahan mentah jangan happy dulu," tegasnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Menurut Hidayat, industri perlu mengubah kinerjanya agar ekspor ke Negara Tirai Bambu tersebut dan negara lain sudah berupa barang jadi sehingga ada nilai tambah yang didapat oleh negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor tertinggi di 2011 adalah komoditas bahan bakar mineral dengan nilai US$ 27,44 miliar dan lemak minyak hewani nabati dengan nilai US$ 21,66 miliar.
Negara tujuan barang ekspor non migas Indonesia terbesar adalah China dengan nilai US$ 21,6 miliar naik 53,36% dari US$ 14,08 miliar di 2010, Jepang US$ 18,33 miliar, dan Amerika Serikat dengan nilai US$ 15,69 miliar, ASEAN US$ 32,22 miliar, serta Uni Eropa US$ 20,45 miliar.
(nia/hen)











































