Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Piter Jasman kepada detikFinance, Senin (6/2/2012)
"Untuk valentine's day itu rutin ada permintaan, itu juga menopang peningkatan di dalam negeri yang bisa mencapai 10%, in lebih tinggi dari tahun lalu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daya beli yang meningkat karena pendapatan per kapita naik. Sekarang saja sudah beragam makanan yang menggunakan cokelat, seperti ice cream, wafer, biskuit dan banyak lainnya," katanya,
Bukan hanya di dalam negeri, menurutnya setiap tahun permintaan cokelat di dunia terus meningkat, setidaknya berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) di negara-negara Asia akan ada kenaikan permintaan cokelat hingga 5%.
"Terutama di negara-negara berkembang lebih banyak menggunakan cocoa powder, kalau negara Eropa lebih banyak cocoa butter," katanya.
Ia mencatat saat ini harga bubuk cokelat sudah menembus US$ 4500 per ton atau sudah naik dibandingkan beberapa tahun lalu. Meskipun belakangan ini harga biji cokekat cenderung turun, karena permintaan cocoa butter yang turun di pasar seperti Eropa.
"Jadi kalau cacoa butter permintaan turun, buat industri tidak ada masalah, karena bisa ditutupi dari cocoa powder," katanya.
(hen/dnl)











































