"Fokus kita saat ini di bidang pertanian sedang mencari investor sapi. Serius, kita lagi butuh, karena sampai saat ini kita kekurangan sapi," di sela acara Jakarta food Security Summit, JCC Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2012).
Gita, mengakui saat ini sedang mengincar investor sapi dari beberapa negara seperti Selandia Baru, Brasil, Kanada, Amerika, Afrika Selatan dan India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gita, hal ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang ingin mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein.
"Tadi kan sudah denger dari Bapak Presiden, kita harus meningkatkan konsumsi protein dan turunkan konsumsi karbohidrat. Pasalnya konsumsi karbohidrat rakyat Indonesia per capitanya sangat tinggi. Sementara konsumsi daging sapi kita percapita hanya 2 kilogram, padahal rata-rata negara lain 20 kilogram/capitanya," terang Gita.
Namun Gita menegaskan tidak akan memberikan intensif bagi investor asing sapi, pasalnya investasi peternakan sapi ini terbilang kecil.
"Tidak ada intensif, intensifnya kecil kok untuk sapi," tandasnya.
(ang/ang)











































